Cara pemasangan piston Namura

Diposting pada

Artikel ini adalah hanya sebagai referensi saja, karena pada beberapa model bias saja membutuhkan pengembangan tata cara yang sedikit berbeda.

Yang pasti pemasangan piston Namura harus sesuai dengan anjuran setiap spesifikasi produk atau instruksi manual yang disyaratkan, perubahan ukuran “bore” mungkin bias dilakukan untuk mesin yang telah dimodifikasi.
Cara pemasangan piston Namura

Persiapan pemasangan

  • Siapkan buku instruksi manual sesuai spesifikasi produk yang telah dibeli. Dan hal ini penting selama melakukan pemasangan.
  • Perlu memastikan bahwa piston yang baru dan akan dipasang adalah sesuai dengan tipe dan jenis piston yang lama yang akan digantikan.
  • Sebelum instalasi , ukuran pada masing-masing piston harus diperiksa, umumnya diukur pada sudut 900 ke wrist pin di 25% dari total panjang piston di bawah skirt. Ukuran piston dan silinder harus sesuai.
  • Membersihkan semua bagian secara menyeluruh dan penggunaan pelumas yang berkualitas, pastikan bagian silinder benar-benar bersih bebas dari residua tau zat kotor lainnya.
  • Memastikan kebersihan box filter udara dan mesin (crankcase dan kepala silinder),  sebelum pemasangan.
  • Periksa secara fisik pada bagian silinder, kemungkinan munculnya retak bergaris, dan memastikan ukuran atau diameter yang tepat.
  • Silinder cast finishing dengan grit stone ukuran 220, 280, 300; pada bagian plat silinder harus selalu di deglazed sebelum pemasangan; pemakaian pengasah silikon karbida dan oksida aluminium sebagai grit stone.

Menentukan Jarak Silinder/clearance

Sesuai panduan Namura bias dilihat data sebagai berikut:
Kapasitas/Silinder
2-tak 50-124cc
2-tak 126-250cc
2-tak 251cc+
4-tak 50-124cc
4-tak 125-249cc
4-tak 250cc+
Indikasi Clearance
0,05mm-0,06mm
Atau
0,00020”-0,0025”
0,06mm
Atau
0,025”
0,06mm-0,07mm
Atau
0,0025”-0,0031”
0,04mm-0,06mm
Atau
0,0015”-0,0023”
0,04mm-0,06mm
Atau
0,0015”-0,0023”
0,04mm-0,06mm
Atau
0,0015”-0,0023”
Direkomendasikan lama penggunaan disbanding penggunaan normal
08-10/12-15
08-10/12-15
08-10/12-15
15/20
15/20
15/20
  • 2 dan 4-tak, tanda selalu menghadap keatas. 1R=Ring kompresi atas, 2R= Ring kompresi kedua.
  • 2-tak dengan ring ganda, ring kompresi atas memiliki perak setelah diameter luar.
  • 4-tak, umumnya ring kompresi atas ditandai perak sekitar diameter luar.
  • Ring tengah semua hitam kemudian diikuti ring “oil” bawah yang terdiri dari satu ring ekspansi dan dua ring scraper.
  • Meskipun produsen membuat ring yang telah ditentukan ukurannya, namun perlu diperiksa nilai toleransi yang dianjurkan. Perbedaan atau toleransi ring sekitar 0,4 hingga 0,5% dari diameter piston dan dapat diukur dengan menempatkan ring pada silinder dengan menggunakan feeler (alat pengukur). Biasanya tidak perlu merubah/mmodifikasi.
  • Bagaiman memeriksa /mengubah toleransi atau batas perbedaan ring pada ring control oil? Perbedaan antara ring kedua selalu lebih besar dari gap pada ring kompresi atas.
Tipikal Ring
Ring pertama 0,010-0,025 (0,254-0,635mm)
Lebar gap
Ring kedua 0,010-0,035 (0,254-0,635mm)

  • Tips untuk Pin dan Circlip (penjepit)Pemasangan ring dimulai dengan pemasangan ring control oil (untuk 4-tak), kemudian ring kompresi kedua dan ring kompresi atas.

  • Tekan pin kea rah piston, hati-hati pada saat memasang penjepit tanpa memaksa atau mendistorsinya, dianjurkan memasang circlips dengan pembukaan posisi 6 atau 12:00.

Tips

  • Selalu gunakan gasket baru pada saat pemasangan atau p[erakitan, namun gasket yang sesuai dengan tipe piston namura,
  • Seharusnya tidak ada paking yang melebihi hingga masuk kelubang silinder,
  • Direkomendasikan menggunakan minyak oli 10W40, jangan menggunakan oli sintetis pada saat pertama menjalankan.
  • Pemberian oli sintetis setelah sepenuhnya mesin breaking-in.
  • Pastikan valve timing dan valve clearance diatur dengan benar, kesalahan akan mengakibatkan kerusakan mesin semakin parah.
  • Sebelum menyalakan mesin, periksa secara manual dengan putaran bebas.

Break-In

  • Lakukan pemanasan mesin dengan benar, piston / ring yang baru belum menempatkan posisinya secara sempurna.
  • Pengaturan waktu pemanasan yang sesuai mencegah scuffing, perhatikan titik kebocoran yang mungkin timbul.
  • Lakukan setidaknya 2 kali pemanasan mesin hingga mencapai suhu kerja selama 30 menit hingga satu jam.
  • Biarkan dingin dan kemudian ulangi lagi, ada jeda waktu yang memungkinkan part menduduki posisi yang benar, dan sekali-kali berikan throttle.
  • Jika semua OK, berarti mesin sudah bekerja dengan normal.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *