Radiator sebagai alat pendingin motor

Diposting pada
Radiator pada sistem pendingin motor berfungsi untuk lebih menyempurnakan pendinginan motor. Radiator terdiri dari dua buah ruang air yang letaknya di posisi atas da bawah, yang diantaranya terdapat saluran-saluran air pendingin dalam jumlah banyak.

Saluran-saluran air pendingin disebut pendingin dan dibuat dari bermacam-macam kontruksi serta bahan. Kontruksi tersebut tergantung pabrik yang membuatnya, maslnya:
  1. Bagian pendingin bentuk pipa,
  2. Bagian pendingin bentuk sarang madu,
  3. Bagian pendingin bentuk lamel.

Sesuai dengan besarnya motor, radiator-radiator dapat diisi dengan air pendingin sebanyak 8 hingga 20 liter. Pengisian melalui lubang pengisian di sisi atas radiator yang dilengkapi dengan tutup.

Radiator sebagai alat pendingin motor


Di dalam lubang pengisian terdapat pipa peluap, pipa ini diarahkan melalui bagian pinggir dari bagian pendingin. Kegunaan pipa ini adalah sebagai :

  1. Agar air tidak dapat tumpah, ketika radiator di isi,
  2. Sebagai saluran buang dari air yang berlebihan  apabila air itu melebihi tingginya disebakan karena pemuaian,
  3. Sebagai jalan keluar uap air yang mungkin terjadi ketika air pendingin sedang mendidih.

Pada ruangan air bagian yang terletak di bawah, dilengkapi dengan sebuah kran / valve, fungsi dari valve tersebut adalah sebagai pembuangan, ketika air pendingin hendak dikeluarkan dari radiator.

Radiator-radiator diharuskan mempunyai beberapa syarat sebagai berikut:

  1. Air pendingin harus dapat dingin dengan baik,
  2. Mempunyai kontruksi yang kokoh, kuat dan tahan terhadap getaran yang terjadi karena gerakan motor,
  3. Kontruksi dibuat sederhana dan sedemikian rupa sehingga pada saat musim dingin air pendingin tidak membeku,
  4. Ketika mesin panas, air pendingin dihindarkan sampai mendidih.
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *