Cara mengukur gap ring piston dengan voeler di dalam silinder

Diposting pada
Jarak renggang gap ring piston yang baik atau normal di dalam silinder adalah 0,15 – 0,40, ring kosong diukur dengan Voeler di dalam silinder sebelum dipasang pada pistonnya.

Cara mengukur gap ring piston dengan voeler di dalam silinder

Pengukuran gap ring piston

Langkah pengukuran gap ring piston pada silinder adalah sebagai berikut:

1. Ambilah ring yang akan digunakan, tetapi belum dipasang pada pistonnya,
2. Masukkan ring tersebut ke dalam silinder secara merata,
3. Tekan sedikit dengan menggunkan kepala piston, yaitu piston dimasukkan ke dalam silinder,
4. Keluarkan piston dari dalam silinder,
5. Ukurlah gap ring piston dengan cara memasukkan Voeler di antara pertemuan kedua ujung ring yang di sebut sebagai Gap Ring.

Apabila Voeler yang dimasukkan terlalu sesak, berarti dalam hal ini gap ring terlalu rapat (atau kurang dari 0,15mm).

Akibat dari sesaknya gap ring

Terlalu rapatnya Gap Ring mengakibatkan hal – hal sebagai berikut:

1. Ring piston bisa patah, pada waktu dimasukkan ke dalam silinder bersama pistonnya,
2. Kemungkinan piston ring tidak akan masuk sama sekali ke dalam silinder, pada waktu pemasangan,
3. Ring piston akan cepat patah di dalam silinder, setelah motor dihidupkan,
4. Dinding silinder cepat aus atau tergores.

Perbaikan pada ring piston yang terlalu sesak

Cara memperbaiki ring piston terlalu sesak adalah dengan mengikir ujung ring atau di potong sedikit atau ganti baru.

Apabila Voeler dimasukkan terlalu longgar berarti gap ring terlalu renggang ( lebih dari 0,45mm)

Cara mengukur gap ring piston dengan voeler di dalam silinder

Akibat dari longgarnya gap ring

Terlalu longgar-nya gap ring mengakibatkan hal – hal sebagai berikut:

1. Kompresi motor bocor / lemah,
2. Motor sukar di hdupkan,
3. Tenaga motor berkurang,
4. Suara motor pincang atau tidak normal,
5. Oli di bak perseneling cepat berkurang / habis,
6. Oli cepat kotor / hitam,
7. Ruang bakar cepat kotor dengan arang / karbon,
8. Kepala piston cep[at kotor dengan arang / karbon,
9. Busi cepat kotor dengan karbon / hitam / basah,
10. Busi cepat lemah / mati,
11. Knalpot cepat kotor dan berasap.


Perbaikan pada ring piston yang terlalu longgar

Tidak ada perbaikkan, adanya adalah penggantian dengan ring piston yang baru.
Pada motor 4 tak yang CC-nya besar, jumlah ring pistonnya ada 4 buah yang terdiri dari:
1. Ring kompresi 1, 
2. Ring kompresi 2, dan 
3. Ring oli.

Tanda merk N, T, dan R yang terdapat pada ujung ring piston adalah tanda merk asli dari pabrik pembuatannya, lebih jelasnya adalah:

N = Nipon
T = Teioku
R = Riken.

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *